Sempat Dilarikan ke RSUD, WN Malaysia Korban Tsunami Alami Memar

Khairul Umam (31), warga negara Malaysia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Dr Bob Bazar di Kabupaten Lampung Selatan , Provinsi Lampung. Khairul merupakan korban tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12) malam lalu.

Dokter jaga di RSUD Bob Bazar Kalianda, Yesi, mengatakan Khairul Umam dibawa Tim Basarnas Lampung ke rumah sakit pada Selasa (25/12/2018) siang.

“Tapi sekarang sudah pulang pasiennya, pulang sama tim Basarnas, pulang siang tadi,” ujar Yesi, seperti dilansir dari Antara, Selasa (25/12/2018) malam.

Yesi menerangkan, WN Malaysia hanya mengalami luka memar dan lecet pada kaki bagian paha. Sehingga pasien tidak harus dirawat inap.

“Khairul mengalami luka lebam dan lecet pada bagian paha akibat terbentur benda keras dan sempat dironsen, hasilnya tidak ada patah tulang,” katanya.

Secara tumarpiah IDN Poker, Humas Basarnas Lampung Deni Kurniawan membenarkan pihaknya yang membawa Khairul Umam ke RSUD Bob Bazar. Namun saat ini korban sudah berada di rumah bersama istri.

“Sudah di rumah, istrinya orang Indonesia,” kata Deni.

Deni menjelaskan, Khairul Umam merupakan korban yang mengevakuasi dirinya ke dataran tinggi saat tsunami terjadi Sabtu (22/12) malam. Khairul Umam dijemput Tim Basarnas Lampung di rumahnya di Kecamatan Palas, Lampung Selatan pada Selasa pagi untuk dibawa ke RS karena perlu perawatan medis.

Puluhan Pekerja Tewas Dibunuh, Pengerjaan Jalan Trans Papua Tersisa 154 KM

Insiden pembunuhan puluhan pekerja Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua mewarnai pembangunan megaproyek jalan di daerah timur Indonesia itu. Dari informasi, setidaknya ada 24 pekerja yang tewas dibunuh.

Insiden pembunuhan para pekerja Jalan Trans Papua itu dilaporkan terjadi pada Minggu (2/12/2018). Dan saat ini, tim gabungan TNI-Polri tengah berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban.

Terkait pengerjaan Jalan Trans Papua, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Oesman Marbun mengatakan, saat ini pengerjaan Jalan Trans Papua (dulu namanya Jalan Trans Irian) sudah mecapai 95 persen dan akan terbuka pada tahun 2019 nanti poker.

“Jadi kurang lebih dari 3.259 kilometer, sisa 154 kilometer lagi, dengan 10 segmen akan kami selesaikan dalam tahun depan,” katanya seperti diwartakan Kabarpapua.com, (Senin 3/12/2018).

Menurut Oesman, dengan ruas jalan Jayapura-Wamena sudah terbuka dan menembus delapan kabupaten ini, sementara sedang dalam penanganan, tapi antusiasme masyarkat cukup tinggi. Sehingga hampir setiap hari mobil yang naik dari arah Jayapura maupun Wamena terus berdatangan.

“Saat ini kami dalam tahap pengerjaan, dan kami hanya memberikan satu hari saja bagi mobil yang mengirim logistik ini untuk lewat, yakni hari Minggu. Sedangkan hari-hari lain kami pakai untuk bekerja, khususnya melayani rute Yalimo, Jayawijaya, Membaramo Tengah, Okbakma , Tolikara, Puncak Jaya, lanny jaya, ilaga dan Nduga,” Oesman menjelaskan.

Oesman juga menyampaikan meski ditutup sepenuhnya dan menghimbau agar tidak dilewati dulu, tapi rupanya antusiasme masyarakat tak bisa dibendung lagi. Hal itu karena barang yang dikirim lewat darat itu lebih murah dibanding melalui udara.

“Sehingga mereka sangat antusias dengan itu, walapun menginap berhari-hari di perjalanan mereka rela menunggu. Akibat antusiasme itu maka kami berikan satu hari kita buka, yakni hanya hari Minggu dan hari Senin sampai Sabtu kami bekerja,” imbuh Oesman.