Jakarta (ANTARA News) – Kabar baik untuk infrastruktur jaringan telekomunikasi di Indonesia tahun ini dimulai pada Maret 2018 lalu, Palapa Ring Paket Barat sudah selesai sepenuhnya dapat beroperasi.

Setelah selesai, Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibiitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) menggelar uji coba jaringan kepada operator yang berminat selama tiga bulan. Setelah uji coba, pada September lalu BAKTI mengumumkan tarif layanan bagi operator seluler yang ingin memakai kabel serat optik tersebut.

Palapa Ring, proyek jaringan infrastruktur telekomunikasi dengan menggelar kabel serat optik, memiliki misi untuk menghubungkan seluruh wilayah di Indonesia dengan internet cepat. Pembangunan Palapa Ring difokuskan pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar atau biasa disebut daerah 3T.

Palapa Ring dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan letak geografis Indonesia, yaitu Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur. Seluruh paket Palapa Ring ini diharapkan untuk menjangkau 440 kabupaten/kota, dengan total panjang kabel sekitar 13.000 kilometer di darat dan laut.

Palapa Ring Paket Barat
Paket Barat telah selesai sejak Maret lalu, tidak lama kemudian, Kominfo mengadakan uji coba dan mengumumkan tarif layanan bagi operator yang ingin menggelar jaringan di sana.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif menyatakan saat ini sudah ada dua operator yang memanfaatkan Palapa Ring Paket Barat, yaitu Telkomsel dan Smartfren.

“Sudah Telkomsel. Smartfren sudah. Butuh waktu untuk membangun, bagaimana pun, mereka harus terhubung dengan kita di Batam,” kata Anang ditemui di acara diskusi “Menuju Merdeka Sinyal 2020” di Jakarta, Kamis petang.

Meski pun baru dua operator, Anang mengaku sudah ada sekitar 20 operator yang menyatakan minat untuk memanfaatkan Palapa Ring Paket Barat. Dari para peminat tersebut, baru dua operator yang membangun jaringan di Batam agar terhubung dengan Palapa Ring Paket Barat.

BAKTI mengharapkan operator lain akan mengikuti jejak Telkomsel dan Smartfren pada tahun mendatang.

Palapa Ring Paket Barat menjangkau wilayah Riau, Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan jaringan laut sepanjang 1.730 kilometer dan darat 545 kilometer.

Palapa Ring Paket Tengah
Palapa Ring Paket Tengah baru saja selesai dibangun per 22 Desember 2018, mencakup kabel serat optik di darat sepanjang 1.326,22 kilometer dan di laut 1.787,06.  Paket Tengah ini melintasi provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, SUlawesi Tenggara dan Maluku Utara.

BAKTI menargetkan uji coba jaringan untuk operator dapat berlansung pada awal Januari 2019 selama tiga bulan. Sama seperti skema untuk Paket Barat, pemerintah akan menentukan tarif layanan Palapa Ring Paket Tengah setelah uji coba.

Palapa Ring Paket Tengah juga tidak kalah diminati oleh operator, menurut BAKTI ada sekitar 15 hingga 20 yang tertarik untuk menggunakan infrastruktur di wilayah ini. Salah satu alasannya karena sudah banyak operator yang beroperasi di Manado.

“Mereka akan mulai menghubungkan (ke jaringan Palapa Ring Paket Tengah),” kata Anang.

Palapa Ring Paket Timur
Proyek Palapa Ring Paket Timur akan menghubungkan wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan pedalaman Papua ke jaringan internet cepat melalui kabel serat optik di laut sepanjang 4.426 dan 2.542 kilometer di darat.

Dari ketiga proyek Palapa Ring, hanya Paket Timur yang belum selesai, pada akhir November lalu BAKTI menyatakan sudah terbangun 78 persen. Kondisi geografis di wilayah Timur menyebabkan pembangunan di wilayah ini berjalan lebih lambat dibandingkan dua paket lain.

Faktor keamanan juga turut mempengaruhi pembangunan. Saat perisitwa kekerasan di Kabupaten Nduga beberapa pekan lalu, pembangunan sempat terhenti untuk sementara di lokasi tersebut hingga situasi kondusif.

BAKTI menargetkan Palapa Ring Paket Timur akan selesai pada awal kuarta dua 2019.

“Bulan Maret-April,” kata Anang.

Manfaat Palapa Ring
Daerah 3T menjadi momok bagi operator seluler karena mereka harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk membangun infrastruktur di sana. Melalui Palapa Ring, pemerintah berupaya menghadirkan infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi pita lebar (broadband).

Palapa Ring diyakini mampu membantu penyedia layanan seluler dalam penggunaan dana, yang semula disediakan untuk membangun backbone atau tulang punggung dapat dialihkan untuk memperluas akses.

Ilustrasi penggunaannya, operator dapat menarik kabel dari landing station Palapa Ring ke base transceiver station (BTS). 

Pemerintah juga akan menyediakan subsidi bagi operator yang akan memakai kabel serat optik Palapa Ring, untuk mendorong operator yang belum masuk ke wilayah-wilayah cakupan proyek ini.

Keuntungan pembangunan Palapa Ring tidak hanya dirasakan oleh operator seluler, tapi berlaku juga bagi masyarakat, mereka bisa mendapatkan akses ke interet. Pulau Natuna, salah satu wilayah yang masuk ke Palapa Ring Paket Barat, kini mendapatkan jaringan 4G.

Palapa Ring dibangun untuk menjawab masalah kesenjangan akses telekomunikasi, termasuk internet. Sejumlah daerah memiliki tarif internet yang lebih tinggi daripada Jakarta, namun, kecepatan akses belum tentu sama.

Pembangunan infrastruktur jaringan ini diharapkan dapat membuat daerah memiliki akses yang sama terhadap telekomunikasi, begitu juga dengan tarifnya.
 

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018